May
19

Ingat Manji, Terkenang Sodom dan Pompei

Pompei: Terkesiap! Bingung! Sekejap!

Sejarah itu berulang. Misal, jika kita “menyediakan” (berbagai) sebab datangnya azab Allah maka pasti bencana dahsyat segera hadir. Apa yang menimpa (warga) Sodom dan Pompei haruslah selalu kita ingat.

 

Berani Menantang

Warga negeri ini perlu mawas diri, karena –ternyata- sejumlah aktivitasnya tergolong menantang. Lihatlah! Dengan difasilitasi sejumlah kalangan, Irshad Manji hadir di Indonesia di pekan pertama Mei 2012. Dia diagendakan berbicara di Jakarta, Jogjakarta, dan Solo. Siapa Manji? Manji adalah wanita Kanada pelaku lesbian dan bahkan aktif mengampanyekannya. Tak hanya itu, dia berani melecehkan Nabi SAW, Al-Qur’an, dan Islam.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/ingat-manji-terkenang-sodom-dan-pompei/

May
11

Irshad Manji, Kemunkaran, dan Sikap Kita

Irshad Manji, pelaku lesbian dan peleceh Islam asal Kanada.

Pertarungan antara yang haq dengan yang bathil akan berlangsung abadi. Terkait itu, atas makin banyaknya pihak yang mengampanyekan kebathilan –termasuk hadirnya Irshad Manji di Indonesia awal Mei 2012- kita harus lebih cekatan bernahi munkar.

Siapa Bela?

Irshad Manji adalah pelaku dan penggerak lesbianisme asal Kanada. Dia juga suka melecehkan Islam. Di halaman 96-97 bukunya (edisi Indonesia) -Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini-, bisa ditemukan indikasi pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW dan Al-Quran. Dia menulis: ”Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad  bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” – ayat-ayat yang memuja berhala – dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian  mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran” (baca: Irshad Manji Sepatutnya Diobati! di www.hidayatullah.com 01/05/2012).

Aksi Manji –baik sebagai pelaku lesbian maupun sebagai ‘juru kampanye’ pro-lesbian/homoseksual- sungguh sangat berbahaya. Sebab, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Luth” (HR Tirmidzi, Hakim, Ibn Majah). “… dan apabila telah banyak kejadian laki-laki ’mendatangi’ laki-laki, maka Allah akan mencabut tangan-Nya dari makhluk, sehingga Allah tidak memedulikan di lembah mana mereka akan binasa” (HR Tirmidzi, Hakim, dan Tabrani).

Aksi Manji jelas munkar. Sementara, Islam sangat tegas menghadapi kemunkaran. Lihatlah! Pertama, umat Islam harus aktif bernahi munkar! “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS Ali-‘Imraan [3]: 110). Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemunkaran maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu maka dengan lisannya; jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang ini selemah-lemah iman” (HR Muslim). Lakukanlah nahi munkar, agar kita terhindar dari resiko. ”Sesungguhnya manusia jika melihat kemunkaran tapi tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan azab-Nya, yang juga akan menimpa mereka“ (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah).

Kedua, jangan bersekutu dengan penyeru kebathilan! “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS Al-Maaidah [5]: 2).

Kita mestinya tidak menjadi penolong kebathilan dengan bersedia -langsung atau tak langsung- memfasilitasi acara Manji. Tapi, lihatlah ketika awal Mei 2012 Manji datang ke Indonesia untuk peluncuran buku terbarunya, “Allah, Liberty, and Love.” Dia dijadwalkan berbicara di sejumlah tempat termasuk di beberapa perguruan tinggi.

Acaranya di sejumlah tempat dibatalkan atau dibubarkan karena ditentang warga di sekitar lokasi penyelenggaraan dan atau elemen masyarakat lainnya. Misal, www.kompas.com 03/05/2012 melaporkan: Rencana acara Manji pada 08/05/2012 di Balai Soedjatmoko, Gramedia, Solo, gagal digelar setelah diprotes Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

Di Jogjakarta, sejumlah elemen masyarakat menolak. Misal, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jamaah Shalahuddin UGM menolak Manji di kampus mereka. Maka, acara Manji di UGM yang dijadwalkan pada 09/05/2012 batal.

Lalu, www.kompas.com 04/05/2012 memberitakan: “Irshad Manji, telah meninggalkan teater Salihara, Jakarta Selatan, dengan dikawal satu mobil polisi dari Kepolisian Sektor Pasar Minggu, setelah sebelumnya warga dan organisasi masyarakat menolak kehadiran wanita tersebut ke Indonesia”.

Tapi, jika di Komunitas Salihara Jakarta acara Manji dibubarkan, ternyata acara yang sama berlangsung aman saat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelarnya. Di www.hidayatullah.com 05/05/2012 ada judul: “Banser Ikut Jaga, Acara Irshad Manji di AJI Berjalan Lancar”. Disebutkan bahwa acara itu lancar karena dijaga sekitar 50 personel Barisan Serbaguna (Banser) NU berpakaian seragam.

Sikap Banser NU di atas sangat berbeda dengan mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, yang mengatakan: “Umat Islam dan seluruh umat beragama di Indonesia harus mewaspadai diskusi ‘Allah, Liberty, and Love’.” Lebih jauh, tegas Hasyim Muzadi, “HAM tidak boleh dipakai merusak tatanan Ketuhanan Yang Maha Esa” (www.hidayatullah.com 08/05/2012).

Sikap Hasyim Muzadi juga berlainan dengan Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah. Syafii mengatakan bahwa penolakan terhadap pemikiran Manji tidak hanya terjadi di Indonesia. “Di dunia Islam juga. Biar sajalah, kenapa juga kita harus melarang-larang dia?” kata Syafii (www.metrotvnews.com 09/05/2012).

Doa Kita

Penolakan atas Manji juga muncul di Pondok Pesantren Mahasiswa dan Sarjana (PPMS) Ulil Albab Bogor. Pada 08/05/2012 malam, pesantren ini menggelar doa Qunut Nazilah atas kehadiran Manji. Acara dipimpin KH Dr. Ahmad Alim, MA.

Ahmad Alim mengutip Ibn Taimiyah yang mengatakan: “Dianjurkan seseorang yang melakukan Qunut Nazilah berdoa sesuai dengan musibah yang terjadi saat itu. Dan jika dalam doanya ia menyebutkan kaum mu’minin yang diperangi atau mendoakan kehancuran bagi orang-orang kafir yang memerangi mereka, maka itu adalah sebuah kebaikan” (Majmu’ Fatawa, 271/22).

Maka, inilah petikan doa mereka yang juga sangat patut jika kita ikut mengamininya: “Yaa Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin. Hinakanlah musuh-Mu dan musuh agama-Mu dari kalangan Yahudi dan Nasrani serta penolong-penolong mereka dari kalangan sekuler dan liberal. Yaa Allah, perbaikilah keadaan pemuda kaum Muslimin, lindungi mereka dari pemikiran merusak yang disebarkan kaum liberal dan sekuler sesat”. Aamiin. []


Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/irshad-manji-kemunkaran-dan-sikap-kita/

May
02

Sebuah ‘Peta’ Dunia Kepenulisan

Banyak membaca, berfikir mendalam, lalu serius menulis .....

Judul           : Warnai Dunia dengan Menulis

Penulis        : M. Anwar Djaelani

Penerbit      : InPAS Publishing Surabaya

Cetakan      : Februari 2012

Tebal          : 222 halaman

Aktivitas membaca dan menulis -bagi seorang Muslim- harus dilakukan secara lengkap. Sebab, membaca dan menulis ibarat dua sisi dari sebuah mata-uang. Satu dan yang lainnya saling melengkapi, tak boleh tiada salah satunya dan apalagi dua-duanya.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/sebuah-%e2%80%98peta%e2%80%99-dunia-kepenulisan/

Apr
26

Unas Curang dan Balada Ikan Busuk

Soal-soal unas di bawah pengawasan polisi (sumber: google dari antaranews.com April 2012)

Virus ketidakjujuran memang benar-benar telah mengepung kita. Bacalah berita utama Jawa Pos 17/4/2012 ini: “Bocoran Kunci Unas Bersliweran”. Di hari yang sama, Republika menurunkan headline “Isu Kecurangan Marak” dan dengan sub-judul “Pengamanan UN dinilai berlebihan, seperti mau perang”.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/unas-curang-dan-balada-ikan-busuk/

Apr
20

Berkah Buku “Warnai Dunia dengan Menulis”

Sosok aktivis: Suka silaturrahim, membaca, dan menulis!

Pengantar www.anwardjaelani.com: Pada 18 April 2012, Gading Ekapuja Aurizki (mahasiswa Fakultas Keperawatan Unair) menulis di blog pribadinya, www.penaurizki.blogspot.com. Mahasiswa yang juga aktivis KAMMI Airlangga itu berbagi sejumput pengalaman manisnya dalam bersentuhan dengan buku. Di bawah ini tulisan dia yang juga bisa di-klik di http://penaurizki.blogspot.com/2012/04/berkenalan-dengan-penulis-buku-warnai.html#.T5z-cXnb44x

___________________________

Pada Sabtu  14 April 2012, ada kejadian menarik yang kualami. Dari sini bisa diambil pelajaran bahwa kalau kita benar-benar memiliki keyakinan, Allah pasti akan memberikan jalan keluar. Berikut ceritanya;

Buah Silaturrahim

Sejak pagi, aku tidak ada jadwal ke mana-mana alias mendekam di rumah. Namun, bukan berarti aku menganggur. Ada beberapa pekerjaan yang harus kuselesaikan. Baru sekitar pukul 10 aku keluar pergi ke Toko Buku Uranus Surabaya untuk refreshing. Mungkin saja ada buku yang cocok kubeli.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/1037/

Apr
10

SuJu, Justin, dan ‘Kegilaan’ Remaja

Lihat asesoris yang dikenakannya dan 'perlengkapan' yang dibawanya (sumber: google.co.id dari tribunnes.com).

Sihir Super Junior –boyband asal Korea Selatan- sangat kuat. Sekalipun mahal, tiket konser mereka di Jakarta diburu para remaja. Hal yang mirip terjadi pula pada saat Justin Bieber –penyanyi belia asal Kanada- manggung di Jakarta setahun sebelumnya, pada 2011.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/suju-justien-dan-%e2%80%98kegilaan%e2%80%99-remaja/

Apr
04

Usul Tak Mulia Si Musdah

Siti Musdah Mulia mengulang pernyataannya yang tak mulia. Di sebuah diskusi publik, dia mengajak masyarakat menyosialisasikan pernikahan beda agama. Dia berpendapat, bahwa pemerintah tidak perlu melarang pernikahan beda agama karena pernikahan beda agama adalah konsekuensi logis dari kebutuhan masyarakat yang plural saat ini (www.hidayatullah.com 31/03/2012).

 

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/usul-tak-mulia-si-musdah/

Older posts «