«

»

Dec 24

Print this Post

Doa, Energi Hebat Tiada Henti!

“Dan, Tuhan-mu berfirman:

‘Berdoalah kepada-Ku,

niscaya akan Ku-perkenankan bagimu’.”

(QS Al-Mu’min [40]: 60).

 

Lewat ayat di atas, Allah meminta kita untuk berdoa kepada-Nya dan menjamin bahwa itu pasti dikabulkan-Nya. Meski demikian, -dalam dinamika hidup keseharian- kadang menyeruak pertanyaan yaitu ketika merasa doa-doa kita tak kunjung dikabulkan: Apakah Allah melanggar janji-Nya?

Bagi yang beriman tipis, doa yang tak segera berbalas, mudah memicu buruk sangka dan menyimpulkan: “Saya disia-siakan Allah!” Tetapi bagi yang beriman kuat, dalam situasi apapun -termasuk kala doa tak segera dikabulkan-, mereka akan tetap berusaha menjaga stabilitas imannya. Tak lain, karena mereka tahu bahwa “Doa merupakan senjata orang beriman” (HR Abu Ya’la dan Hakim).

Senjata? Ya, dalam pengertian bahwa doa itu sebagai media pelindung diri dari perasaan tak berdaya atau bahkan dari sikap putus asa manakala aneka ujian yang diderita seperti tak bisa ditanggung lagi. Di titik paling kritis, seorang Muslim masih punya “senjata” untuk bisa bertahan hidup, yaitu dengan cara berdoa. Dengan doa, harapan tetap terbuka. Optimisme tetap terjaga. Sebab, “Pada setiap malam, Allah turun ke langit dunia (bumi) pada saat-saat sepertiga malam yang terakhir, dan berfirman: ‘Barang-siapa berdoa / meminta kepada-Ku, akan Kukabulkan. Barang-siapa meminta kepada-Ku akan Kuberi. Dan, barang-siapa yang meminta ampun kepada-Ku akan Ku-ampuni’.” (HR Bukhari dan Muslim).

Meskipun demikian, tetap harus disadari bahwa jaminan Allah terkait setiap doa pasti dikabulkan itu bersyarat. Bahwa, selain beriman, pada saat yang sama kita juga harus memenuhi segala perintah dan menjauhi semua larangan-Nya. “Dan, apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al-Baqarah [2]: 186).

Rahasia Doa

Muslim sejati, semestinya tak jemu berdoa. Sebab, itu bermakna bahwa dirinya mengakui sebagai makhluk yang lemah dan karenanya selalu membutuhkan pertolongan Allah. Jika doa kita disertai semangat seperti itu, maka itulah yang dimaksud: “Doa itu merupakan inti ibadah” (HR Tirmidzi).

Bahwa kemudian doa kita tampak tak kunjung terkabul, maka ada sejumlah kemungkinan, yaitu:

1).Pengabulan doa ditunda beberapa saat, karena Allah sayang kepada kita. Perhatikanlah riwayat berikut ini. Bahwa, “Seorang hamba Allah menadahkan tangannya memohon sesuatu. Setelah mendengar doanya, Allah berfirman kepada Malaikat, ‘Berikanlah apa yang diminta oleh hamba-Ku itu, tetapi jangan lekas-lekas diberikan karena Aku senang sekali mendengarkan doanya’. Lalu berdoa pula hamba yang lain. Maka, Allah-pun berfirman kepada Malaikat, ‘Berikan lekas apa yang dimintanya biar dia segera pergi karena Aku tidak senang mendengarkan suaranya’.”

2).Tidak dikabulkan karena tak baik bagi yang berdoa. “Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan bisa jadi kamu mencintai sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan Allah-lah yang mengetahui dan kamu tidak mengetahui” (QS Al-Baqarah [2]: 216). “Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS An-Nisaa’ [4]: 19).

3).Pengabulan doa ditunda sebagai simpanan di akhirat. “Tidak ada seorang Muslim-pun yang berdoa dengan sesuatu doa yang bukan doa yang menyangkut dosa atau yang menyangkut usaha memutuskan silaturrahim, kecuali Allah akan memenuhui doa tersebut, atau disimpan-Nya sebagai simpanan pahala di akhirat, atau dihindarkan-Nya dari kecelakaan atau kejelekan yang sebanding”. Mereka (para Sahabat) bertanya: ‘Bagaimana kalau kami perbanyak?’ Rasul menjawab: ‘Allah memperbanyak lagi’.” (HR Ahmad, Bazzar, Abul Ya’la, dan Hakim).

 

Akhlak Berdoa

1).Dasarilah dengan sikap ikhlas.

2).Yakinkan hati, bahwa Allah akan mengabulkan. Rasulullah Saw, lewat HR Tirmidzi, meminta agar kita memohon kepada Allah dengan sepenuh keyakinan akan terkabul.

3).Tidak terburu-buru mengharap segera dikabulkan. Rasulullah Saw -lewat HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi-, memberi petunjuk bahwa doa kita pasti dikabulkan Allah jika kita tidak terburu-buru segera berkata, “Saya telah memanjatkan doa, tetapi tidak dikabulkan.”

4).Uang belanja untuk makanan dan pakaian kita harus berasal dari rizki yang halal. Rasulullah Saw, lewat HR Tabrani, mengingatkan bahwa kalau rizki kita halal niscaya terkabul doa kita.

5).Sebelum dan selama berdoa, lakukan refleksi: Siapa kita dan siapa pula Allah? Manusia itu hamba dan Allah itu Tuhan. Manusia itu makhluq dan Allah itu Khaliq. Manusia itu miskin dan Allah itu kaya.

6).Selalulah dalam posisi mencintai Allah. Hal itu bisa berwujud lewat performa kita: Bahwa apapun perintah Allah kita kerjakan dan segala larangan-Nya kita tinggalkan.

 

Sumber Energi

Dapat kita rasakan, bahwa doa bisa berfungsi sebagai sumber energi yang tak pernah habis. Misal, ketika seseorang menempuh ujian sekolah, dia optimis akan lulus dengan nilai terbaik dengan bantuan doa. Contoh lain, saat seseorang sedang menderita sakit, dia optimis segera sembuh dengan perantaraan doa.

Jika –misalnya- semua harapan itu lalu tak terjadi, dia tetap berkeyakinan bahwa Allah menyiapkan yang lebih baik. Hal yang lebih baik itu bisa terjadi di dunia ini, atau ditunda kelak di akhirat. Dia sangat yakin, bahwa apa yang ditetapkan Allah adalah selalu yang terbaik bagi dirinya.

Dengan demikian, sulit dimengerti jika masih ada Muslim yang berkepribadian lemah. Sebab, justru harus sebaliknya, yaitu dengan energi doa seseorang pasti memiliki kepribadian kuat. Dia tak mudah menyerah dan tak gampang putus asa. Baginya, hidup dan kehidupan adalah tantangan yang harus dihadapi dengan bantuan Allah.

Jadi, selalulah berdoa! []

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/doa-energi-hebat-tiada-henti/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>