«

»

Apr 29

Print this Post

Jangan Lewati Hari tanpa Buku!

"Alhamdulillah, saya cinta buku dan suka membacanya"

Pada 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris memutuskan 23 April sebagai “World Book Day”. Lewat momentum itu, diharapkan bisa dibangun kesadaran publik bahwa cinta buku dan suka membaca adalah bentuk pengayaan diri yang sangat berkontribusi bagi kebahagiaan umat manusia.

Bagi kita, mengapresiasi acara itu sungguh diperlukan. Mengapa?

Sang Kekasih

Berdasarka catatan Human Development Report tahun 2008/2009 yang dikeluarkan UNDP, dinyatakan minat membaca masyarakat di Indonesia berada pada peringkat 96 dari negara di seluruh dunia. Kondisi ini sejajar dengan Bharain, Malta, dan Suriname.

Sementara, pada pertengahan 2009, berdasarkan data yang dilansir Organisasi Pengembangan Kerja sama Ekonomi (OECD) dikatakan bahwa budaya baca masyarakat Indonesia menempati posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur.

Sebagai negeri dengan mayoritas penduduk beragama Islam dan terbesar di dunia, kita sangat prihatin. Bukankah membaca adalah hal yang seharusnya menjadi keseharian kita?  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan (QS Al-‘Alaq [96]: 1).

Oleh karena itu, pengembangan minat baca merupakan langkah berkategori sangat urgen. Sebab, cukup banyak fakta bahwa –misalnya- siswa yang dibiasakan berada dalam budaya suka membaca dan menulis cenderung memiliki prestasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan siswa yang tidak dibiasakan dengan budaya membaca dan menulis.

Keberadaan “Hari Buku Sedunia” harus kita jadikan salah satu sarana untuk meningkatkan minat baca. Publik harus disadarkan bahwa untuk mencetak generasi yang cerdas dan  beradab, maka aktivitas membaca buku (yang bermutu) adalah sesuatu yang bersifat wajib.

Kita akan sangat beruntung jika bisa memanfaatkan “Hari Buku Sedunia” dengan mengisinya lewat berbagai aktivitas yang positif. Kita bisa merancang berbagai acara yang dapat menjadikan kita lebih menyintai buku dan lebih menyukai aktivitas tulis-menulis.

Berikut ini sejumlah contoh acara yang bisa dilakukan di sekitar “Hari Buku Sedunia”. Pertama, galang “Gerakan Infaq Buku”. Buku-buku yang terkumpul lalu kita serahkan kepada perpustakaan yang pengelolanya bisa kita percaya. Langkah ini penting untuk memperkaya koleksi buku perpustakaan, sehingga bisa membuat kita betah berlama-lama di dalamnya.

Kedua, adakan ceramah dan talk show bertema “Buku, Titian Indah Menuju Peradaban Mulia”. Undang orang atau tokoh yang kita anggap patut bisa menyampaikan pesan itu. Syukur jika tokoh itu tergolong sebagai figur publik, sehingga bisa memotivasi orang untuk beramai-ramai menghadirinya.

Ketiga, selenggarakan “Bazar buku”. Usahakan jenis buku yang dibazarkan dapat memenuhi kebutuhan semua tingkatan usia dan jenjang pendidikan. Juga, berilah diskon harga yang sangat menarik atas buku-buku itu.

Keempat, buatlah “Lomba Menulis” dengan tema, “Buku, Aku Mencintaimu!” Atau, “Buku adalah Sahabatku yang Terbaik”. Atau, “Terima kasih, Buku!” Jenis tulisan bisa dalam bentuk puisi, opini, dan –bahkan- fiksi. Dengan lomba ini, ada harapan mereka akan membuka-buka buku sebagai referensi.

Kelima, selenggarakan “Lomba Meresensi Buku”. Dengan lomba ini, publik akan terpacu untuk selalu mengikuti buku-buku terbitan terbaru dan tergolong menarik. Juga, mendidik publik agar saat membaca selalu dalam posisi “berpikir kritis” dan tidak menelan mentah-mentah semua isi buku tanpa filter yang memadai.

Hal yang pasti, buku (yang bermutu) bisa memberikan manfaat yang sangat besar bagi siapapun yang mengakrabinya. Pada saat yang sama, buku sama sekali tak pernah mendatangkan mudharat sedikitpun.

Suatu ketika, seorang ahli hikmah berkata: “Buku adalah teman bicara yang tidak mendahuluimu ketika engkau sibuk, tidak memanggilmu ketika engkau sedang bekerja, dan tidak memaksamu agar berdandan untuknya”. Dan, ahli hikmah yang sama meneruskan bahwa: “Buku adalah teman duduk yang tidak menyanjungmu, sahabat yang tidak membujukmu, kawan yang tidak membosankanmu, dan penasihat yang tidak mencari kesalahanmu”.

Jika kesadaran kita sudah terbangun bahwa untuk cerdas, untuk maju, dan untuk berperadaban mulia tak dapat tidak harus selalu berdekat-dekat dengan buku, maka segera akan lahir sebuah sikap: “Aku tak bisa hidup tanpa buku. Buku adalah kekasih terbaikku. Maka, tak akan aku biarkan hari berlalu tanpa aktivitas membaca buku”.

Jika kesadaran seperti di atas telah menjelma menjadi kepribadian kita, maka pasti kita akan memerlukan perpustakaan. Di dalam rumah, kita buat perpustakaan pribadi yang koleksi bukunya kita lengkapi sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan ekonomi kita. Sementara, di tengah masyarakat, tentu kita bisa berkunjung ke berbagai perpustakaan umum yang ada di sekitar tempat kita berada.

Bagi siapapun yang sudah berkategori pecinta buku, maka berada di perpustakaan -baik pribadi maupun umum- rasanya seperti di ‘surga’. Tak ada kenikmatan yang bisa mengalahkan nikmat berasyik-masyuk dengan “sang kekasih”, yaitu buku.

Dalam konteks Surabaya –misalnya-, untuk memuasi dahaga membaca kita bisa membaca koleksi buku di perpustakaan pribadi kita. Jika ingin melakukannya di luar rumah, maka, pertama, manfaatkan –antara lain- Perpustakaan Kota Surabaya yang membuka perpustakaannya selama tujuh hari dalam sepekan. Kedua, manfaatkan berbagai “Sudut Baca” di berbagai kawasan publik seperti Puskesmas, Balai Kelurahan, perkantoran, perusahaan, dan pusat-pusat keramaian.

Mimpi Itu

Sungguh, kita ingin segera meninggalkan sebuah masa dimana  jam tayang sinetron picisan (dan yang semisal dengan itu) ditunggu-tunggu dengan penuh antusias oleh begitu banyak penonton televisi. Sebaliknya, kita patut ‘bermimpi’ tentang datangnya sebuah zaman ketika buku adalah sesuatu yang selalu kita rindukan karena di dalamnya ada ilmu pengetahuan yang akan mendekatkan kita kepada kebahagiaan.

Mari, jangan lewati hari-hari tanpa buku bersama kita! []

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/jangan-lewati-hari-tanpa-buku-2/

2 comments

  1. ferriyanto

    Artikel yang menarik. Mohon diberi izin untuk saya menjadikan artikel ini sebagai salah satu referensi mata kuliah saya.

  2. yani h

    Artikel yang menginspirasi….terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>