Sep 23

Perbandingan Agama, Penting dan Perlu!

Cover belakang buku "100 Tahun KH Abdullah Wasi'an, Kristolog Jago Dialog". Terbit September 2017

Cover belakang buku “100 Tahun KH Abdullah Wasi’an, Kristolog Jago Dialog”. Terbit September 2017

Memahami perbandingan agama itu strategis. Sebab, hal itu bisa turut memerteguh aqidah kita dari berbagai kemungkinan mendapat gangguan dan bahkan ancaman buruk. Cermatilah! “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (QS Al-Baqarah [2]: 120).

 

Urgen, Urgen!

Terkait hal di atas, umat Islam perlu mewaspadai gerakan Misionaris. Strategi mereka beragam, mulai dari yang tersamar sampai yang terang-terangan. Misal, mereka mendorong pelakasanaan acara keagamaan secara bersama-sama untuk mengaburkan batas-batas aqidah.

Mereka tanpa lelah akan terus berusaha melunturkan aqidah kita. Tujuan akhir mereka adalah menggiring kita ke agama mereka. “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup” (QS Al-Baqarah [2]: 217).

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/perbandingan-agama-penting-dan-perlu/

Sep 18

Mahasiswa (Baru), Selamat Berjuang!

Dimuat di harian Duta Masyarakat 18-09-2017

Dimuat di harian Duta Masyarakat 18-09-2017

“Berlelah-lelahlah! Manisnya hidup terasa setelah berjuang. Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan. Jika air mengalir, menjadi jernih. Jika air tidak mengalir, akan keruh” (Imam Syafi’i).

 

Tata Posisi

Di Agustus-September 2017 banyak kampus mengukuhkan mahasiswa barunya. Misal, pada 02/08/2017 Universitas Airlangga kukuhkan 6.780 mahasiswa baru  (www..unair.ac.id 02/08/2017). Sementara, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kukuhkan 5.109 mahasiswa baru pada 15/08/2017 (www.centroone.com 16/08/2017). Maka, secara nasional, bisa kita bayangkan berapa banyak mahasiswa baru yang dikukuhkan di perkuliahan 2017/2018 ini.

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/mahasiswa-baru-selamat-berjuang/

Aug 23

Nyai Ahmad Dahlan, Aktivis Pergerakan dan Seorang Pahlawan  

siti-walidah-dahlanSungguh sangat serasi jika kita menyaksikan sepasang suami-istri yang sama-sama gigih berdakwah. Di antara sedikit yang bisa disebut, maka pasangan Ahmad Dahlan dan Siti Walidah termasuk di dalamnya. Si suami ‘punya’ Muhammadiyah, sementara sang istri ‘memiliki’ Aisyiyah. Lebih jauh, siapa Siti Walidah yang juga punya sebutan sebagai Nyai Ahmad Dahlan?

 

Bersama Aisyiyah

Siti Walidah lahir di Kauman, Jogjakarta, pada 1872. Di masa awal, pendidikan keislaman didapatkannya langsung  dari sang ayah, seorang pejabat agama di Kraton Jogjakarta. Nyaris tiap hari dia belajar dengan sarana kitab-kitab agama berbahasa Arab-Jawa (pegon).

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/nyai-ahmad-dahlan-aktivis-pergerakan-dan-seorang-pahlawan/

Aug 19

Berguru kepada Luqman, Pemilik Hikmah

Pesan LuqmanTak banyak manusia yang namanya diabadikan secara baik oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Luqman termasuk di antara yang sedikit itu lantaran dia memiliki ‘nilai lebih’ yaitu dikaruniai hikmah oleh Allah.

 

Hikmah, Hikmah!

Siapa Luqman? Jumhur ulama menyatakan, Luqman bukan Nabi melainkan hanya seorang hamba yang shalih dan diberi hikmah oleh Allah. “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: ‘Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji’.” (QS Luqman [31]: 12).

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/berguru-kepada-luqman-pemilik-hikmah/

Aug 17

Belasan Tahun FPI Memilih ‘Tangan’, Selamat!

FPI berdiri pada 17/08/1998 untuk aktif di jalan dakwah. Sementara, jalan dakwah itu tak mudah. Kecuali butuh ilmu, tenaga dan dana, dakwah juga memerlukan kesabaran.

 

Tak Sepi

Nama Front Pembela Islam (FPI) memiliki makna terang. Organisasi itu berdiri untuk membela (umat) Islam. Di situsnya –www.fpi.or.id– tertulis visi-misi FPI: menegakkan amar ma´ruf nahi munkar untuk penerapan Syari´at Islam secara káffah. Ditulis juga, FPI adalah “Pelayan Ummat dan Pembela Agama”.

Kita tahu, cara memberantas kemunkaran tersedia pilihan: 1).Cegahlah dengan tangan (kekuasaan, kekuatan). 2).Jika tak bisa dengan tangan, lewat lisan (melarang, menasihati, dan yang serupa dengan itu). 3).Jika dengan lisan juga tak mampu, lawanlah dengan hati (doa).

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/belasan-tahun-fpi-memilih-tangan-selamat/

Jul 15

PERPPU, Penguasa, dan Sejarah Itu

“Yusril: PERPPU Ormas Lebih Kejam dari Penjajah Belanda dan Orba” (www.kumparan.com 14/07/2017). “Fadli Zon: PERPPU Ormas Bentuk Kediktatoran Gaya Baru” (www.republika.co.id 12/07/2017). “Keluarkan PERPPU untuk Bubarkan Ormas, Pemerintah Dinilai Kalap” (www.persis.or.id 12/07/2017). Duhai, ada apa dengan negeri ini?

Read the rest of this entry »

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/perppu-penguasa-dan-sejarah-itu/

Jun 13

Berobat dengan Sedekah

Satu demi satu, manfaat yang dapat dirasakan secara langsung dari berbagai ibadah yang dilakukan umat Islam, terbukti lewat sejumlah penelitian ilmiah. Setidaknya, di Universitas Airlangga – Surabaya, telah teruji dua disertasi yang masing-masing memaparkan hasil penelitian tentang pengaruh shalat tahajjud dan puasa Ramadhan terhadap perbaikan kesehatan seseorang.

Shalat tahajjud diteliti, dan terbukti bahwa ibadah sunnah itu jika dilakukan secara ikhlas akan menyembuhkan serangkaian penyakit. Juga, puasa Ramadhan diteliti, dan terbukti bahwa jika ibadah itu dilaksanakan karena iman dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah, dapat meningkatkan imunitas (kekebalan tubuh).

 

Sakit dan Sedekah

Setelah kita bersabar, ridha, atau –bahkan- bersyukur atas sakit yang menimpa kita, maka perlu-lah kita mengobatinya. Berobatlah, wahai hamba-hamba Allah, karena Allah tidak menciptakan penyakit tanpa menciptakan juga obatnya, kecuali satu penyakit yaitu tua (HR Imam Ahmad).

Ternyata, di antara berbagai media pengobatan yang selama ini kita kenal, ada satu yang lepas dari perhatian kita. Padahal, itu tak sulit kita lakukan, yaitu dengan bersedekah. Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah (HR Baihaqi).

Agar sedekah –dengan izin Allah- bisa segera menjadi media penyembuh penyakit kita, maka penting kiranya untuk memperhatikan sejumlah prinsip pengobatan dengan sedekah.

Pertama, kita harus yakin dengan ‘keampuhan’ sedekah. Keyakinan yang besar di dalam hati tentang hikmah sedekah sebagai media penyembuh penyakit merupakan faktor sangat penting. Kecuali hadits yang telah disebut di atas, ada juga hadits: Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya, bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar ma’ruf nahi munkar (HR Bukhari – Muslim). Jadi, jangan sekali-kali ragu-ragu (misalnya dengan bersikap coba-coba) dalam menjadikan sedekah sebagai media penyembuhan.

Kedua, niatkanlah sedekah untuk kesembuhan. Niat sangat penting kita perhatikan sebab “Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. Dan, sesungguhnya seseorang itu akan mendapatkan sesuatu dengan apa yang diniatkannya” (HR Bukhari).

Ketiga, bersedekahlah yang banyak. Bersedehkahlah (minimal) sebanding dengan kekayaan yang kita miliki. Yakinilah, harta yang kita sedekahkan itu tidak akan berkurang, sebab Allah akan menggantinya dengan yang lebih banyak dan lebih baik.

Dalam konteks ini, bersedekah secara ‘over dosis’ malah mempercepat kesembuhan. Berbeda dengan pengobatan medis yang sangat membahayakan jika ‘over dosis, maka jika sedekah yang kita keluarkan ‘over dosis’ (tapi dilandasi sikap ikhlas) malah itu justru akan menyegerakan kesembuhannya.

Keempat, bersedekah dengan sesuatu yang terbaik (lihat QS Al-Baqarah [2]: 267 dan QS Ali ‘Imraan [3]: 92).

Kelima, bersedekahlah dengan ikhlas, semata-mata berharap ridha-Nya. Saat bersedekah, kita jauhi sikap tak terpuji. Lihat QS Al-Baqarah [2]: 264 yang menjelaskan bahwa mereka yang tak ikhlas saat bersedekah, tidak akan mendapatkan manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.

Sungguh, menjadi semakin jelas, bahwa saat kita bersedekah harus dilakukan dengan ikhlas, sesuai gambaran hadits ini: “… Dan, seseorang yang mengeluarkan sedekah, kemudian menyembunyikannya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kanannya …” (HR Bukhari – Muslim).

Keenam, sedekah harus tepat sasaran. Kita harus serius memilih orang yang bertakwa, shalih, dan –yang paling penting- benar-benar membutuhkan sedekah kita. Sasaran itu, -antara lain- fakir-miskin.

Saat bersedekah jangan salah sasaran, sebagaimana telah diperingatkan Rasulullah SAW. Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah memakan makananmu kecuali orang bertakwa (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

Ketujuh, ulangilah sedekah kita. Jika sudah bersedekah tapi penyakit tak segera sembuh, maka ulangilah dan teruslah mengulang bersedekah. Janganlah berputus asa. Akan lebih baik lagi, jika kita lalu menguatkan introspeksi. Bukankah salah satu hikmah jika kita bersikap sabar saat ditimpa sakit adalah dihapuskannnya kesalahan-kesalahan kita? “Tidaklah dari seorang Muslim yang tertimpa penyakit –sakit atau yang semisalnya-, kecuali Allah SWT merontokkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana rontoknya daun-daun dari pohon” (HR Bukhari – Muslim).

Maka, tetaplah berprasangka baik kepada Allah. Misalnya, berfikirlah bahwa Allah sangat mengasihi kita. InsyaAllah, sakit yang kita derita, akan segera sembuh saat dosa-dosa kita telah rontok semuanya.

Kedelapan, bersyukurlah, Allah menyembuhkan penyakit kita. Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Ibrahim [14]: 7).

 

Yakin, Yakin

 Terakhir, jika kita perhatikan pengalaman nyata orang-orang di sekitar kita, maka ada cukup banyak bukti tentang orang-orang yang sembuh dari (berbagai) penyakit yang dideritanya, setelah bersedekah. Misalnya, ada kisah, orang yang sembuh dari kanker. Ada cerita, wanita mandul bisa hamil. Ada riwayat, penglihatan orang pulih kembali normal seperti semula. Ada pengalaman, terkena penyakit ‘ain bisa sembuh. Bahkan, ada bukti, penyakit jiwa dapat terobati. Semuanya, dengan media pengobatan bernama sedekah. Maka, rajinlah bersedekah, baik di waktu lapang atau pun di kala sempit! []

 

Share on Facebook

Permanent link to this article: http://www.anwardjaelani.com/berobat-dengan-sedekah/

Older posts «

» Newer posts